was posted at 14.35 with 0 comments
Hari Sabtu surga yang sesuai dengan harapan.
Bangun jam 11 siang, selimutan di kamar sambil nonton drama korea, minum nescafe panas. Ini baru hari libur sejati. Dalam rangka mempertahankan kehangatan dan aroma tubuh, gue sengaja ga mandi dulu. Tunggu jam 3 sore aja. Hahaha! Jorok? Biarin. Tapi teteub dong, sikat gigi dan cuci muka tidak boleh dilewatkan.
Semalem gue baca status BBM kakak gue, lewat bb teman, tentunya. Sori bro, gue bukan bb user. Nokia dihati. Lanjut. Kakak gue bilang, papah pernah cerita kalau bahasa dayak kita (ma'anyan) sama persis dengan bahasa Madagascar. Hah. Waktu baca aja poni gue udah berkurang 1cm saking kagetnya. *lebay
Gue langsung tanya temen, Madagascar dimana sih? Udah sok kaget tapi letak Madagascar aja gue ga tau dimana.
Orangtua gue asli dayak ma'anyan. Katanya, nenek moyang Dayak Ma'anyan adalah orang Madagascar. Bahasa Dayak Ma'anyan dengan bahasa Madagascar sama persis. Tapi gue ga yakin. Masa iya bahasa sehari-hari di rumah gue, di keluarga gue, di kampung gue, sama kayak bahasa yang jauh di belahan benua lain. Saking noraknya, akhirnya gue searching di YouTube. Bener aja, the result is: Dayak Ma'anyan language related to Madagascar language. Usut punya usut, gue baru sadar kalau ternyata gue yang paling telat tau di antara kakak-kakak gue. Papah udah pernah cerita ke mereka semua, sedangkan gue belum. Ga adil.
Jadi gini ceritanya. Pada zaman dahulu, orang Madagascar pergi melaut sampai akhirnya merapat di daratan Kalimantan Tengah dan akhirnya melahirkan keturunan disana.
So simple, ryte?
Jari kairu lah. Sini' kataru ai aku.




