Spread the Words
Holidaaaaay!
was posted at 11.27 with 0 comments
Dengan gue posting di blog ini, artinya gue sedang berada di warnet di suatu pelosok Jogja, dekat kost kakak gue. Gue nyampe tadi malam. Aciiiiik~

Kemarin, hari gue dimulai dengan bangun pagi dan pergi ke sekolah untuk ulangan fisika. Dengan hina nya gue telat setengah jam. Dalam situasi ini gue merasa bersalah pada Bu Lusi karena sudah menjadi murid laknat yang dalam situasi diburu waktu karena sudah telat, gue malah kelamaan baca komik di kamar mandi (re: mencoba boker tapi tidak keluar), keramas, dan SEMPET mijet kepala sambil pake tonic. Perfecto, Elleno! *pukul muka sendiri*

Sesampainya di kelas, gue kehabisan bangku. Entah datang darimana manusia-manusia dari kelas lain yang masuk ke kelas gue dan dengan cantiknya menghabiskan bangku-bangku disana. Menghabiskan dalam arti menduduki tempat itu loh ya. Engga, gue mikir takutnya lo ngira 'menghabiskan' itu artinya makanin bangku-bangku yang ada disana. Lu kira rayap kaleeee. (Iya, garing. Iya.)
Lanjut! Karena kehabisan tempat duduk, teman-teman sekelas nyorakin ga jelas. "Huuuuu pulang sanaaa pulaaaang!". Kalo bisa gue tabokin satu-satu nih, cuman situasinya disini gue adalah orang yang salah karena datang terlambat. Masa iya udah datang terlambat trus gue pake nabokin anak orang? Ga tau diri itusih namanya. 
Hakim pun mengalah. Dia yang ga tau diri ke kelas gue cuma buat duduk-duduk ngeliatin orang ulangan, akhirnya memutuskan untuk keluar kelas. Gue pun menduduki tempat itu.

Gue cuma mau bilang. Ulangan fisikanya MEMBUNUH. Membunuh buat orang macam gue yang mau-ulangan-tanpa-belajar ini. Soal ulangan di tampilkan di layar LCD. Gue liat, udah nomor 3. Lah nomor 1 dan 2 nya gue kelewatan dong? Iye kelewatan. Akhirnya, selama ulangan berlangsung, gue cuma bisa selonjoran di atas meja sambil mengasah kelihaian gue dalam bertanda tangan (re: corat coret kertas). Capedeh.. gue jadi kambing congek dikelas ini.

Karena cuma bisa ngerjain 1 nomor, akhirnya gue memutuskan minta ulangan susulan.

Ellen: "Buuuuu. Saya ga bisa. Ulangan susulan aja yaaaa hehehehe"
Bulu : "Yaudah, tapi soalnya beda loh ya"
Ellen: "Okedeeeeh. Jangan susah-susah yaaaa" (ngelunjak)

Gue tau banget, saat Bu Lusi menjawab rengekan gue, dia pasti udah ancang-ancang mau gigit muka gue. Hanya berhubung dia orang yang baik dan lembut, jadi dia urungkan niatnya itu. Semuanya pun pulang.

Jam 10, gue dan papah berangkat ke Balikpapan. Selama perjalanan, aman! Gue ga pusing, gue ga mabuk, dan kerjaan gue cuma tidur dan tidur sampe leher gue sakit. Sampai di Balikpapan, kita makan soto Lamongan kesukaan orang-orang. Aseli, itu enak sekali. Abis makan, lanjut ke Bandara. Selama perjalanan, mobil gue jalannya kayak kucing terseok-seok. Lambat abis. Itu semua karena truk-truk ngantri solar di sepanjang jalan di sekitar SPBU, bikin macet lalu lintas.

Sampai di bandara, gue ditelantarkan papah di pinggir jalan karena papah mau cari parkiran. Udah tuh. Masuk terminal B khusus buat Lion Air, gue beli majalan dulu. Kenapa beli majalah? Alasannya karena gue ga mau ketiduran di pesawat. Karena gue sendirian, gue takut kalo gue ketiduran, dengan ga sadar gue nyender di pundak orang. Iya kalo ganteng, kalo bapak-bapak??? Mending gue terjun payung aja dari pesawat.

Setelah check in, gue keluar lagi buat cipika cipiki sama papah. papah mau melanjutkan perjalanan ke Buntok, kampung gue. Gue cuma bisa bilang hati-hati buat papah, karena perjalanan ke Buntok itu ga dekat. Perhitungannya, kalau papah berangkat sore itu dari Balikpapan, nyampenya mungkin besok subuh. Abis berdadah-dadah sama papah (dengan suasana agak melow karena hasrat lebay gue sedang memuncak), gue masuk ke waiting room. Yang gue lakukan cuma baca majalah dan baca majalah. Sesekali gue angkat telfon dai kakak dan papah gue.

Waktunya gue masuk pesawat. Gue beruntuk karena dapat seat 10A, yan artinya gue duduk di dekat jendela. Ah, sesuacu banget lah. Malam itu, pesawat lagi hobi goyang inul karena langit sedang berawan. Dari jendela gue bisa liat ada kilat di langit. Dan itu mengerikan.

Pesawat mendarat dengan selamat. Sampai sana, gue berdesak-desakan ria waktu ambil bagasi, dan itu menyebabkan pin di ransel gue copot satu. Nyangkut mana sik??? Sebel.
Gue di jemput kakak Amy. Dan kita ke kost naik taxi. Sampai di kost, gue dikenalin sama temen-temen kost kakak Amy. Semuanya baik, ramah, dan welcome. Entah bagaimana mereka udah tau aja siapa nama gue. Apalagi, pasti kakak gue yang cerita lah.

Setelah mandi, dengan tidak berhelm, gue sama kakak Amy cabs beli minum dan sikat gigi buat gue. Dan malam itu kita habiskan dengan makan mpek-mpek, nonton, lalu tidur.

Fyi, ini perjalanan gue yang pertama kali dengan seorang diri. Jogja, let's have fun!