Spread the Words
Kabar dari Seberang.
was posted at 02.17 with 0 comments
Kangen ga?

Dihitung-hitung dari terakhir gue posting di blog ini...... 2 bulan. Terakhir gue posting di blog ini adalah 2 bulan yang lalu. Dan saat ini, gue sedang ada kesempatan untuk blogging, berhubung ini sudah pukul 2 pagi dan modem yang gue gunakan lagi berkoneksi cepat pada jam segini.

Kita mulai dari mana nih? Banyak sekali. Sekali. Sangat. Banget. Yang mau gue ceritakan tapi belum sempat gue ceritakan di blog ini. Tentang kepindahan gue yang ditunda selama 1 bulan lebih padahal kamar gue udah terlanjut kosong? Atau tentang kematian Boboy, hamster kecintaan kesayangan kepunyaan ke-segala-nya gue? Tentang peristiwa kesiangan-dan-oh-pintar-tidak-masuk-sekolah yang gue lakukan? Tentang teman gue yang diam-diam berlibur keliling Eropa padahal ngakunya ke Jogja? Silahkan request pilih yang nomor berapa.

*putar playlist* EARFUN by CNBlue

Hari itu, tepatnya dimana seorang cewek, Ellen namanya, sedang melamun, menangis, diam dikamarnya, meratapi kepindahannya yang sudah tidak lama lagi. Kosong. Lemari baju, kosong. Sprei, sudah dilepas. Dapur, sisa wajan and the geng. 1 TV di ruang tamu. Gorden, sudah dilepas semua. Internet dan telpon sudah dicabut. Segala persiapan yang memang sudah bisa dikatakan yuk-ah-pindah-sekarang.

Setiap kali gue mencoba untuk tidur dirumah Bontang, pasti Mamah selalu menggoyahkan dengan kalimat, "Dek? Bobok dirumah Bontang? Gapapa kok kalo mau bobok di PC, kita sih santai aja pindahnya". Iya, Mamah gue berkata seperti itu disaat keadaan rumah PC gue sudah kosong. Ibarat yoghurt, yohgurtnya itu yang plain. (apasih maksudnya)

Saat itu keadaannya seperti ini. Mamah Papah gue mau pulang kampung, jadi kepindahan rumah gue ditunda LAGI, untuk sekian bulan. Dan di waktu-waktu tersebut gue lebih sering menghabiskan waktu gue tinggal sendirian dirumah, sedangkan Kakak gue tinggal dirumah Bontang. Semacam anak kost-kostan yang tinggal dalam keadaan serba seadanya, begitulah kehidupan gue sebulan lebih. Dan akhirnya, gue keluar dari rumah PC.

Kita mulai dari status gue yang saat ini resmi dikatakan pindah rumah. Pindah rumah. *berkaca-kaca*
Gue sudah pindah ke rumah Bontang sekitar 3 minggu yang lalu. Maaf ya, maunya sih sok blogging, "Yaaay malam pertama dirumah Bontang!", sambil upload foto kamar baru gue. Tapi internet gue belum dipasang. Bagaimana kesan menempati rumah baru-kamar baru-kamar mandi baru-dapur baru-garasi baru-baru-baru-baru? Worst. Gue benar-benar-benar-benar ga kerasan tinggal di rumah ini (kita sebut rumah bontang sebagai rumah 'ini' sekarang) karena segala sesuatu yang jelas berubah dari rumah gue yang di PC. Susah air. Hemat listrik. Jalanan ribut. Dan bla bla yang lainnya. Tolong jangan bilang gue tidak bersyukur, karena gue sedang membiasakan diri sekarang.

Malam pertama di kamar gue. *Sing...........* Gelap. Hemat beb. Gue terpaksa matiin lampu saat gue tidur supaya ga boros listrik. Dengan ditemani lampu tidur berbentuk sapi. Kenapa berbentuk sapi? Entahlah, mungkin karena badan gue sekarang lebih menyerupai sapi daripada gitar espanola. Kedua, kendaraan lalu lalang di depan rumah. Kayaknya gue nambah dosa banget tinggal dirumah bontang, i mean, rumah ini, karena hampir setiap menitnya gue berdoa supaya orang yang kebut-kebutan-dengan-knalpot-sucks itu jatoh persis di depan rumah gue. Terlempar. Terbanting. Motornya hancur. *jahat*
Dan lagi, masalah jarak rumah gue dengan sekolah dan rumah teman-teman gue yang pembunuhan sekali ini, gue sudah mulai terbiasa sekarang. Gue jadi jago salip-menyalip dan terbiasa ngebut di perjalanan. Supaya cepet sampai tujuan, alasannya. Mungkin di umur 25 tahun gue bisa banting setir jadi pembalap ketimbang jadi pekerja kantoran.

Soal berangkat sekolah.
Entah gue kena kutuk apa sampai-sampai di jam 6.15 gue sudah siap-siaga-cantik-rapih-ready-steady-go untuk berangkat sekolah. Menimbang-nimbang dari jam bangun gue saat di PC dulu, 6.20. Dan sekarang, pukul 6.30, gue sudah meluncurkan motor gue menuju sekolah. Sampai di sekolah, untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan remaja gue (silahkan muntah setelah kalian selesai membaca kalimat setelah koma tadi), gue datang paling PERTAMA di kelas. Paling pertama. Gue yang buka pintu duluan, gue yang nyalain lampu kelas. Gue ingat terakhir kali gue datang pertama dikelas adalah saat gue masih SD. SMP dan SMA? Boro-boro mau datang pertama, gue aja baru berangkat jam 6.55. Dan itu benar-benar 'Krik Moment' dimana gue duduk sendirian di dalam kelas, dikelilingi bangku kosong. Dan detik itu juga, gue memutuskan untuk tidur. Nyam.

Kita sebut ini hidup baru. Benar-benar hidup baru. Seperti memulai lembaran baru. Kenapa? Tepat setelah kepindahan gue, hamster kesayangan gue, Boboy, a.k.a Andrew Suboboy, Alexander Boboychi, Boboy Engekbum, dan nama-nama lainnya yang keluar dari mulut keluarga gue, mati. Begini, sore itu gue baru selesai latihan dance. Hosh, berkeringat (maaf kalimat tidak penting). Lanjut. Gue menerima sms, yang ternyata, isinya, be, gi, ni. 

"Dek, Boboy sudah mati. Sudah aku kubur."

Saat itu juga, gagak-gagak berterbangan di atas kepala gue dan terdengar gemuruh badai yang seakan ingin menerbangkan nyawa jiwa dan raga. Engga ding, saat itu juga gue meneteskan air mata. Hidung gue udah perih banget nahan nangis, but tapi, air mata gue dengan lancangnya menetes.
Boboy itu sudah tua. Untuk ukuran seekor hamster, yang batas waktu hidupnya masksimal 2 tahun, Boboy sudah melampaui waktu 2 tahun tersebut. Jalannya sudah terseok, bulunya sudah hampir botak, matanya sudah sipit, dan tidak selincah, malah tidak lincah lagi seperti dulu. Well, terimakasih Boboy, untuk menahan kematianmu sampai kita bener-bener selesai pindah rumah. :')

Mungkin itu aja untuk saat ini. Terlalu banyak yang mau diceritakan sampai gue lupa mau nyeritain yang mana dulu. Terimakasih untuk masih mau mengunjungi blog gue yang renta kekeringan ini. Maklum, ga diurusin yang punya. Gue susah internet banget di sini. Karena lain dan sebagai hal, internet gue masih belum bisa dipasang untuk saat ini, jadi gue menggantungkan harapan dan hasrat online gue pada sebatang modem yang cuma bisa cepat pada jam-jam tertentu. Pagi buta seperti ini, contohnya.