was posted at 16.05 with 0 comments
Halo!
Jumpa lagi dengan wanita lemak disini. *senyum tegar*
Gue
excited banget buat postingan kali ini. Pasca mati bosan liburan, gue
iseng-iseng membuat sendiri shorts yang selama ini gue wanti-wanti. Semua pasti
ga asing sama penampakannya ya, apalagi cewek-cewek yang pesyenebel abiesz gitu.
Check
this out!
Disini,
yang kita butuhkan adalah celana jeans cowok. Kenapa harus jeans cowok? Supaya bisa jadi high waist di badan kita para wanita yang cantik dan jelita.
Kalian bisa pakai celana Bapak, pacar, abang (kenapa harus abang?), dan
siapapun cowok yang ukurannya cukup sama pinggang kalian. Make sure untuk minta
izin sebelum menghancurkan jeans yang kalian ambil pada sang empunya. Rela ga
jeans nya diambil? Rela ga jeans nya dipotong? Kali-kali aja jeansnya sampai
dibawa bobok bareng saking sayangnya.
Berhubung
yang gue butuhkan adalah celana jeans cowok dan gue bukan cowok dan tidak punya
saudara cowok (tapi Papah gue cowok kok ciyus), gue memutuskan untuk membeli celana jeans cowok di cakar. Semua tau cakar kan? Cakar meong
ituloh, tempat jual baju-baju bekas layak pakai. Jangan meremehkan barang cakar
ya, gitu-gitu banyak pakaian dari merk luar negeri yang vintage dan bagus
dengan harga miring yang masih bisa kita pakai buat gaul! *eaaa* Huh hah chachacha. Lanjut.
Gue
sendiri sebenarnya baru satu kali ke cakar bareng teman-teman. Untuk yang kedua
kalinya ini, gue masih grogi-grogi-malu kaya lagi diajak makan malam sama
camer. Karena gue ga sabar untuk menunggu matahari terbit esok hari untuk
ditemani sama seorang teman, malamnya gue ke cakar sama pacar. Demi apa gue ke
cakar sama pacar? Ke cakar mah asiknya bareng teman-teman ya, biar bisa bantuin
milih.
Sampai
disana, banyak sekali pilihan celana jeans, dari yang high waist sampai yang
diameter pahanya dua jengkal (serius gue ngukur beneran). Untuk kalian yang nyari jeans cowok, make sure
untuk nyobain dulu sebelum beli ya. Kan ga lucu aja kalau asal comot dan
ternyata sampai rumah, celananya kesempitan ataupun kebesaran. Gue sendiri dua
kali masuk ruang ganti, dan nyobain 4 jeans,
karena celana pilihan gue kesempitan semua. Gue kayanya masih belom bisa
menerima kenyataan kalau ukuran gue berbeda dari yang dulu ya :’) Akhirnya, gue
ambil di pilihan terakhir.
Kalau
ke cakar, pinter-pinter nawar aja ya. Kalau ga bisa nawar macam gue, bawa teman
yang bisa nawarin buat kalian. Kalau gue mah bunuh diri, udah ga bisa nawar,
bawa pacar yang gabisa nawar juga. Selamat. Harga jeans pilihan gue Rp 45.000,-
dan berikut percakapan menawar gagal antara gue dan si Mbak penjual:
“Berapa,
mbak?”
“Rp
45.000”
“Bisa
turun ga?”
“40”
“30
bisa?”
“Ga
bisa…. J”
*rasanya mau gue tampol liat senyumnya ituloooh*
“Yaudah
deh, 40”
Akkkk,
GAMPANGAAAAAAAN!!
Rasanya
gue mau nampar diri sendiri ngeliat betapa gampangannya gue nerima harga dari
penjualnya. Di kepala gue udah penuh dengan kalimat maut yang bakal gue pakai
buat nawar, tapi waktu di depan penjualnya, gue mendadak ga punya nyali buat
nawar :(
Stupid.
Tralala
trilili, gue pulang dengan membawa celana jeans cowok dengan harga Rp 40.000,-.
Sampai dirumah, tanpa basa basi gue langsung motong jeansnya. Rencananya sih
gue mau buatnya besok, tapi lagi-lagi karena tidak sabaran itulah…… ahahak ahahak.
Berikut
adalah step by step (edisit peli foto pelit ilmu) nya:
Celana jeans panjang dengan posisi siap potong seperti ini,
Dipotong sampai panjangnya medium-sexy (apa juga medium-sexy). Why? Supaya tidak kependekan dan masih bisa di per-pendek lagi sesuai keinginan.
Kita bisa membuat dua model shorts dari celana berukuran panjang seperti ini. Kali ini, gue mencoba untuk melipat jeans hingga panjangnya sexy cengot seperti ini.
Keren sih, TAPI, karena tujuan awal gue adalah untuk membuat dipped shorts, jadi kita akan lanjut ke next step. Potong celana medium-sexy menjadi lebih pendek.
Lalu di belel-in menjadi seperti ini. Untuk membuat ancur yang baik (ancur yang baik?), kalian bisa belajar dari tutorial di youtube.
Belum selesai. Untuk efek lebih ancur, celananya di cuci dulu. Dan setelah di cuci, celananya jadi semakin belel seperti ini.
Finiiiiish! Now it’s time to gaul with your own handmade dipped shorts!
Selamat
mencoba, wahai wanita kebelet gaul seperti gue.
Btw,
ini sudah hari ke empat gue masuk sekolah tahun ajaran baru di kelas 12. Jadi
kelas 12? Rasanya? Rasanya……… masih belum kerasa. (tampar aja gapapa)
Guru-guru
udah koar-koar gimana kita harus menghabiskan sekian bab dalam jangka waktu
satu semester dan bla-bla-bla collage matter yang sukses bikin gue senyum
tabah. :’)
Jurusan.
Seharusnya,
gue sudah menentukan arah dan tujuan hidup ke depannya saat kelas 11. Tapi,
berhubung gue masih galau antara memilih jualan bensin & pop ice di depan
gerbang perumahan BSD, langsung menikah dengan karyawan PKT yang muda dan
ganteng-ganteng, atau melanjutkan pendidikan untuk kuliah. Untung pilihan
kedua, tolong bunuh gue sekarang. But seriously, gue pernah bilang ke Mamah gue
kalau habis lulus SMA gue mau langsung menikah. Waktu gue bilang begitu, Mamah
langsung bilang, “Emang sama siapa?”. Nah, itu yang gue masih belum tau. Tapi
rencana sih 90% gue bakal menikah sama Lee Min Ho atau Jang Geun Seok gitu.
Kasian ya gue.
Gue
emang semacam anak yang sekolah karena di sekolahkan. Kalau untuk sampai lulus
SMA sih emang wajib ya. Gue juga ga mau bego-bego amet jadi orang. Masa kalah
sama pedagang-pedagang yang tanpa pakai kalkulator bisa tau kembalian yang
harus diberikan saat customer membayar belanjaannya. Padahal emang gue kalah
sih. Serius, gue semacam lambat menghitung saat dihadapkan pada situasi
jual-beli atau bayar-kembalian selama ini. Udah males ngitung, suka ga
percayaan lagi kalau diberi kembalian dalam nominal yang besar. Contoh:
Gue
beli pulsa. Satu yang 25.000, satu lagi yang 10.000. Jadi totalnya Rp 37.000,- Nah,
uang gue Rp 100.000,-. Mbak-nya langsung tanpa menghitung member kembalian
sekian(re: malas ngitung). Trus dalam hati gue mikir. “Bener ga, ya,
kembaliannya? Jangan-jangan dibohongin sama Mbak-nya lagi”. Emang dasar anak
setan sih gue, udah ga ada usaha ngitung, ngejudge orang sembarangan. Biasanya
kalau udah di motor gue cek lagi pakai kalkulator hape. Eh iya, Mbak-nya bener
hehehe. (ya iyalah bener!!! *toyor*).
Yaudah,
intinya gue masih belum tau mau kuliah di jurusan apa. Berdoa aja untuk yang
terbaik. Semoga di tengah-tengah kelas 12 ini gue ga muntah cacing saking capek
belajarnya.
So,
this is my sebulan-sekali-sukur-sukur-ada-internet post. See you on the next
write!





















