was posted at 13.48 with 0 comments
GALAU.
Hari ini, 1 Agustus 2013, tepatnya satu tahun kepindahan gue. Waktu berjalan
begitu cepat, sangat cepat, cepat bingidh pokoknya, sampai-sampai hingga
sekarang gue masih belum berani melihat rumah lama gue. Alasannya? Takut
kangen.
Hal
ini juga bisa diterapkan untuk para mantan-mantan yang masih susah move on.
Kalau ingin bisa melupakan, jangan di
kunjungin kenangan lamanya. *eaaaa
Bedanya
cuma di subject. Kalian pada manusia, dan gue pada rumah. Bukannya gue ga
pernah melewati masa-masa galau manusia (galau manusia?), tapi percayalah.
Seiring kalian tidak melihat ke belakang dan tidak melihat kembali kenangan
lama, niscaya dengan berjalannya waktu, entah akan memakan waktu berapa lama,
akan datang saat dimana kalian tidak merasakan sakit dan rasa yang sama pada
kenangan yang tidak berani kalian lihat lagi.
Sama
seperti halnya gue, mungkin masih butuh waktu untuk gue bisa kuat tahan banting
tahan nangis, melihat lagi keadaan rumah, kenampakan rumah, dan suasana rumah
lama gue. Sekali lagi, semua butuh waktu.
Abis
nulis kalimat terakhir tadi kayanya gue langsung otw bikin novel galau. Dan
tolong tampar gue karena gue dengan tanpa sadar memasukan kata ‘niscaya’ disana. Ini mau nge-blog apa
iklan pengobatan alternatif?
Tapi
emang benar, gue sampai bingung. Kenangan apa yang gue tinggalkan di rumah PC
itu hingga dalam kurun waktu satu tahun belum cukup untuk menguatkan gue
melihat rumah lama gue dengan santai dan berpikir, “Wah, rumahku udah jadi
hutan hujan tropis ya. Rumput liar dimana-mana.”
Kalau
aja gue beneran ngelakuin itu, I mean iseng melihat rumah lama gue, kayanya
disana gue bakal nangis cacing. Gimana gue melihat jendela kamar gue, garasi
tempat gue markir motor tiap hari sepulang sekolah, pohon daun salem tempat
Mamah gue biasa nyuruh gue metik buat dia masak. Sampai spot kecil tempat gue biasa ngubek-ngubek tanah buat main masak-masakan. Semuanya. Every simple thing I
used to do.
Kadang,
saat sedang di jalanan PC, pacar dengan anjirnya mancing-mancing mau belok ke
arah rumah lama gue. Dan untuk menangkal segala macam kemungkinan kalau dia
beneran belok ke arah rumah lama, gue bilang kalau gue akan tutup mata daripada
harus melihat rumah-hutan-hujan-tropis
itu. Atau, gue mengeluarkan suara sok nangis seperti anak kecil (atau lebih
mirip hantu nangis) yang mukanya tertampar oleh ekor gajah dewasa. Udeh, gitu
aja perihal satu-tahunan-pindah-rumah
gue.
Pindah
rumah yang menimbulkan banyak kerugian. Selain sampai sekarang gue belum punya
internet dirumah (again, gue sampai bosan dan kalian juga pasti sampai mimisan
membahas hal ini), keluarga gue juga harus mengurus pengubahan Kecamatan dan
Kelurahan baru sesuai tempat gue tinggal sekarang.
DAAAAN,
karena hal itu juga sampai sekarang, setelah ulang tahun ke 17 gue pada 22 Juni
kemarin, GUE BELUM BISA BIKIN SIM KTP.
Ini menyakitkan bagaimana hal utama yang paling diwanti-wanti saat seorang
remaja cantik dan belia seperti gue genap berusia 17 tahun dan dompetnya haus akan tambahan kartu bernama
SIM & KTP, harus menunda semuanya karena urusan kepindahan rumah belum
clear semua :’(
Mamah
gue bilang (dengan sedikit emosi jiwa dan raga karena gue ngotot minta bikin
SIM) kalau kita harus menunggu anggota keluarga lengkap semua di Bontang,
supaya Ayahanda Baginda Raja bisa secepatnya mengurus perubahan pada Kartu Keluarga kita.
Nah, supaya ga buang-buang tenaga ngurus dua kali, sekalian aja gue yang
berkorban menunda bikin SIM KTP biar sekalian di SIM KTP gue nanti udah pakai
alamat rumah baru. Sedih, alamat rumah baru ya? Iya.
Udah
ye, gue mau nonton drama korea dulu. Entah liburan macam apa ini sampai
lagi-lagi gue membusuk ga ada kerjaan di dalam kamar. Dadah semuanya! *ngulet-ngulet pewek*
was posted at 16.05 with 0 comments
Halo!
Jumpa lagi dengan wanita lemak disini. *senyum tegar*
Gue
excited banget buat postingan kali ini. Pasca mati bosan liburan, gue
iseng-iseng membuat sendiri shorts yang selama ini gue wanti-wanti. Semua pasti
ga asing sama penampakannya ya, apalagi cewek-cewek yang pesyenebel abiesz gitu.
Check
this out!
Disini,
yang kita butuhkan adalah celana jeans cowok. Kenapa harus jeans cowok? Supaya bisa jadi high waist di badan kita para wanita yang cantik dan jelita.
Kalian bisa pakai celana Bapak, pacar, abang (kenapa harus abang?), dan
siapapun cowok yang ukurannya cukup sama pinggang kalian. Make sure untuk minta
izin sebelum menghancurkan jeans yang kalian ambil pada sang empunya. Rela ga
jeans nya diambil? Rela ga jeans nya dipotong? Kali-kali aja jeansnya sampai
dibawa bobok bareng saking sayangnya.
Berhubung
yang gue butuhkan adalah celana jeans cowok dan gue bukan cowok dan tidak punya
saudara cowok (tapi Papah gue cowok kok ciyus), gue memutuskan untuk membeli celana jeans cowok di cakar. Semua tau cakar kan? Cakar meong
ituloh, tempat jual baju-baju bekas layak pakai. Jangan meremehkan barang cakar
ya, gitu-gitu banyak pakaian dari merk luar negeri yang vintage dan bagus
dengan harga miring yang masih bisa kita pakai buat gaul! *eaaa* Huh hah chachacha. Lanjut.
Gue
sendiri sebenarnya baru satu kali ke cakar bareng teman-teman. Untuk yang kedua
kalinya ini, gue masih grogi-grogi-malu kaya lagi diajak makan malam sama
camer. Karena gue ga sabar untuk menunggu matahari terbit esok hari untuk
ditemani sama seorang teman, malamnya gue ke cakar sama pacar. Demi apa gue ke
cakar sama pacar? Ke cakar mah asiknya bareng teman-teman ya, biar bisa bantuin
milih.
Sampai
disana, banyak sekali pilihan celana jeans, dari yang high waist sampai yang
diameter pahanya dua jengkal (serius gue ngukur beneran). Untuk kalian yang nyari jeans cowok, make sure
untuk nyobain dulu sebelum beli ya. Kan ga lucu aja kalau asal comot dan
ternyata sampai rumah, celananya kesempitan ataupun kebesaran. Gue sendiri dua
kali masuk ruang ganti, dan nyobain 4 jeans,
karena celana pilihan gue kesempitan semua. Gue kayanya masih belom bisa
menerima kenyataan kalau ukuran gue berbeda dari yang dulu ya :’) Akhirnya, gue
ambil di pilihan terakhir.
Kalau
ke cakar, pinter-pinter nawar aja ya. Kalau ga bisa nawar macam gue, bawa teman
yang bisa nawarin buat kalian. Kalau gue mah bunuh diri, udah ga bisa nawar,
bawa pacar yang gabisa nawar juga. Selamat. Harga jeans pilihan gue Rp 45.000,-
dan berikut percakapan menawar gagal antara gue dan si Mbak penjual:
“Berapa,
mbak?”
“Rp
45.000”
“Bisa
turun ga?”
“40”
“30
bisa?”
“Ga
bisa…. J”
*rasanya mau gue tampol liat senyumnya ituloooh*
“Yaudah
deh, 40”
Akkkk,
GAMPANGAAAAAAAN!!
Rasanya
gue mau nampar diri sendiri ngeliat betapa gampangannya gue nerima harga dari
penjualnya. Di kepala gue udah penuh dengan kalimat maut yang bakal gue pakai
buat nawar, tapi waktu di depan penjualnya, gue mendadak ga punya nyali buat
nawar :(
Stupid.
Tralala
trilili, gue pulang dengan membawa celana jeans cowok dengan harga Rp 40.000,-.
Sampai dirumah, tanpa basa basi gue langsung motong jeansnya. Rencananya sih
gue mau buatnya besok, tapi lagi-lagi karena tidak sabaran itulah…… ahahak ahahak.
Berikut
adalah step by step (edisit peli foto pelit ilmu) nya:
Celana jeans panjang dengan posisi siap potong seperti ini,
Dipotong sampai panjangnya medium-sexy (apa juga medium-sexy). Why? Supaya tidak kependekan dan masih bisa di per-pendek lagi sesuai keinginan.
Kita bisa membuat dua model shorts dari celana berukuran panjang seperti ini. Kali ini, gue mencoba untuk melipat jeans hingga panjangnya sexy cengot seperti ini.
Keren sih, TAPI, karena tujuan awal gue adalah untuk membuat dipped shorts, jadi kita akan lanjut ke next step. Potong celana medium-sexy menjadi lebih pendek.
Lalu di belel-in menjadi seperti ini. Untuk membuat ancur yang baik (ancur yang baik?), kalian bisa belajar dari tutorial di youtube.
Belum selesai. Untuk efek lebih ancur, celananya di cuci dulu. Dan setelah di cuci, celananya jadi semakin belel seperti ini.
Finiiiiish! Now it’s time to gaul with your own handmade dipped shorts!
Selamat
mencoba, wahai wanita kebelet gaul seperti gue.
Btw,
ini sudah hari ke empat gue masuk sekolah tahun ajaran baru di kelas 12. Jadi
kelas 12? Rasanya? Rasanya……… masih belum kerasa. (tampar aja gapapa)
Guru-guru
udah koar-koar gimana kita harus menghabiskan sekian bab dalam jangka waktu
satu semester dan bla-bla-bla collage matter yang sukses bikin gue senyum
tabah. :’)
Jurusan.
Seharusnya,
gue sudah menentukan arah dan tujuan hidup ke depannya saat kelas 11. Tapi,
berhubung gue masih galau antara memilih jualan bensin & pop ice di depan
gerbang perumahan BSD, langsung menikah dengan karyawan PKT yang muda dan
ganteng-ganteng, atau melanjutkan pendidikan untuk kuliah. Untung pilihan
kedua, tolong bunuh gue sekarang. But seriously, gue pernah bilang ke Mamah gue
kalau habis lulus SMA gue mau langsung menikah. Waktu gue bilang begitu, Mamah
langsung bilang, “Emang sama siapa?”. Nah, itu yang gue masih belum tau. Tapi
rencana sih 90% gue bakal menikah sama Lee Min Ho atau Jang Geun Seok gitu.
Kasian ya gue.
Gue
emang semacam anak yang sekolah karena di sekolahkan. Kalau untuk sampai lulus
SMA sih emang wajib ya. Gue juga ga mau bego-bego amet jadi orang. Masa kalah
sama pedagang-pedagang yang tanpa pakai kalkulator bisa tau kembalian yang
harus diberikan saat customer membayar belanjaannya. Padahal emang gue kalah
sih. Serius, gue semacam lambat menghitung saat dihadapkan pada situasi
jual-beli atau bayar-kembalian selama ini. Udah males ngitung, suka ga
percayaan lagi kalau diberi kembalian dalam nominal yang besar. Contoh:
Gue
beli pulsa. Satu yang 25.000, satu lagi yang 10.000. Jadi totalnya Rp 37.000,- Nah,
uang gue Rp 100.000,-. Mbak-nya langsung tanpa menghitung member kembalian
sekian(re: malas ngitung). Trus dalam hati gue mikir. “Bener ga, ya,
kembaliannya? Jangan-jangan dibohongin sama Mbak-nya lagi”. Emang dasar anak
setan sih gue, udah ga ada usaha ngitung, ngejudge orang sembarangan. Biasanya
kalau udah di motor gue cek lagi pakai kalkulator hape. Eh iya, Mbak-nya bener
hehehe. (ya iyalah bener!!! *toyor*).
Yaudah,
intinya gue masih belum tau mau kuliah di jurusan apa. Berdoa aja untuk yang
terbaik. Semoga di tengah-tengah kelas 12 ini gue ga muntah cacing saking capek
belajarnya.
So,
this is my sebulan-sekali-sukur-sukur-ada-internet post. See you on the next
write!
was posted at 16.03 with 0 comments
Terharu.
Kepada manusia gaptek,
Kepada manusia gaptek,
Di umur ke 16 tahunnya, Ellen Restriana, baru menemukan jalan keluar yang selama ini menjadi masalah dan dilema didalam kehidupnya di rumah baru. No Internet Connection.
And finally she find out that holy crap solution that she don't even realize how close that solution is.
Tau kenapa?
Tepatnya hampir satu tahun gue punya hape ini. Hampir satu tahun juga gue pindah. Hampir satu tahun juga gue ga pakai internet dirumah.
Dan gue baru sadar kalau hape ini bisa dijadikan portable WiFi hotspot.
Heloooow!!!! Smartphone!!!!! Selama ini hape gue fungsinya selain seperti hape biasa pada umumnya (re: sms, telfon, kalkulator kalo kepepet, notes, etc), ya untuk social media dan aplikasi iniCam ituCam yang dalam sekejap bisa menyulap muka kusam kalian menjadi flawless tak bercacat (re: Camera360). Sejujurnya gue lebih suka PuddingCamera daripada si 360 itu. Kenapa? Karena muka gue jatohnya malah agak kaya hantu kalo pake Camera360. *YA TERUS KENAPAAA.
Oke, cukup ya openingnya.
Kemarin gue ulangtahun yang ke 17. Kalau kata orang-orang, Sweet Seventeenth.
Sebenarnya ga banyak yang gue harapkan di hari ulangtahun gue. Seperti yang kalian tau, ulangtahun gue bertepatan di tengah-tengah liburan semester, dan semua orang sedang pergi berlibur.
Mamah gue sempet ngajakin kabur pulang kampungbiar ga ditagihin traktiran pas ulangtahun gue. Di Bontang aja gue mati bosan, apalagi di kota nenek kakek gue yang jauh disana. Jam 8 malam aja udah pada sepi.
Dari jauh-jauh hari, Mamah gue udah nawarin mau ngadain acara sweet17th kaya gimana. Mau traktiran, atau mau tiup lilin dirumah. Gue agak males bikin-bikin acara tiup lilin, apalagi traktiran. Bingung cari tempat. Jadilah gue ga mau dirayain kaya gimana-gimana.
Mamah gue agak kasian ngeliat anak bungsu nya yang suram banget menjelang ulangtahun nya. Dirayain ga mau, traktiran ga mau, tiup lilin ga mau. Males semua pokoknya. Jadilah, mamah gue memberi penghiburan dengan membuat mpek2, yang katanya sebagai cemilan dirumah waktu ulangtahun gue.
Satu hari sebelum ulangtahun, gue seneweeeen banget bawaannya. Yang kena semprot kalau ga pacar, ya orang rumah. Hari itu pacar sabar amet kena tindas. Apa apa di-iya-in. Gue juga sampai kasian sendiri liatnya.
Malamnya, bareng pacar lagi. Kena semprot lagi. Kayanya dia udah ngerencanain gantung diri deh abis pulang dari rumah gue. Keliatan dari mukanya melas amet kaya minta di giling pake gilingan donat.
Pulang dari rumah gue, kayanya pacar udah capek beneran. Gue mau ngomong apa juga dia udah bodo amet. Pake acara cari-cari kesalahan gue. Di bahas tuntas sampe gue muyek mojok di sudut dinding kamar gue. Itu malam ulangtahun gue. Please dong....
Hampir pukul 00.00, sambil nonton drama korea, sedikit demi sedikit gue nerima telfon, sms, dan mention ucapan Happy Birthday dari teman-teman. Tetap dalam situasi arguing sama pacar. Gue ga ada semangat ulangtahun TOTAL. Kakak gue udah berusaha menghibur gue sampai tepuk tangan dan nyanyi-nyanyi sendiri di samping gue yang mukanya udah kusut kaya cucian masuk pengering 5 jam. Percuma, noleh aja gue engga.
Pukul 00.00 lewat dikit, tepat disaat gue baru menghapus tetesan air mata yang jatoh sendiri saking capeknya, Kakak Cin buka pintu. Emang dasar orang sensi ya, gue jengkel itu pintu lama amet ditutupnya. Gue ga suka pintu kamar dibuka lama-lama.
Waktu gue noleh dengan muka oyol parah, ada cowok yang berdiri di pintu kamar gue sambil bawa cake dengan lilin angka 17. Oke, itu pacar. Bersama kakak gue yang senyum-senyum sendiri. Gue kaget-kaget jengkel sih, ngeliat dia dengan tatapan "Lu ngapain disini tengah malem gini?? Masalah kita belom selesai!". Gue nangis-nangis unyu menjurus ke jijik (gue tau ini jijik, tapi maaf gue ga sadar), dan berhenti sebelum ingus gue kelewat meler.
Sebenarnya ga banyak yang gue harapkan di hari ulangtahun gue. Seperti yang kalian tau, ulangtahun gue bertepatan di tengah-tengah liburan semester, dan semua orang sedang pergi berlibur.
Mamah gue sempet ngajakin kabur pulang kampung
Dari jauh-jauh hari, Mamah gue udah nawarin mau ngadain acara sweet17th kaya gimana. Mau traktiran, atau mau tiup lilin dirumah. Gue agak males bikin-bikin acara tiup lilin, apalagi traktiran. Bingung cari tempat. Jadilah gue ga mau dirayain kaya gimana-gimana.
Mamah gue agak kasian ngeliat anak bungsu nya yang suram banget menjelang ulangtahun nya. Dirayain ga mau, traktiran ga mau, tiup lilin ga mau. Males semua pokoknya. Jadilah, mamah gue memberi penghiburan dengan membuat mpek2, yang katanya sebagai cemilan dirumah waktu ulangtahun gue.
Satu hari sebelum ulangtahun, gue seneweeeen banget bawaannya. Yang kena semprot kalau ga pacar, ya orang rumah. Hari itu pacar sabar amet kena tindas. Apa apa di-iya-in. Gue juga sampai kasian sendiri liatnya.
Malamnya, bareng pacar lagi. Kena semprot lagi. Kayanya dia udah ngerencanain gantung diri deh abis pulang dari rumah gue. Keliatan dari mukanya melas amet kaya minta di giling pake gilingan donat.
Pulang dari rumah gue, kayanya pacar udah capek beneran. Gue mau ngomong apa juga dia udah bodo amet. Pake acara cari-cari kesalahan gue. Di bahas tuntas sampe gue muyek mojok di sudut dinding kamar gue. Itu malam ulangtahun gue. Please dong....
Hampir pukul 00.00, sambil nonton drama korea, sedikit demi sedikit gue nerima telfon, sms, dan mention ucapan Happy Birthday dari teman-teman. Tetap dalam situasi arguing sama pacar. Gue ga ada semangat ulangtahun TOTAL. Kakak gue udah berusaha menghibur gue sampai tepuk tangan dan nyanyi-nyanyi sendiri di samping gue yang mukanya udah kusut kaya cucian masuk pengering 5 jam. Percuma, noleh aja gue engga.
Pukul 00.00 lewat dikit, tepat disaat gue baru menghapus tetesan air mata yang jatoh sendiri saking capeknya, Kakak Cin buka pintu. Emang dasar orang sensi ya, gue jengkel itu pintu lama amet ditutupnya. Gue ga suka pintu kamar dibuka lama-lama.
Waktu gue noleh dengan muka oyol parah, ada cowok yang berdiri di pintu kamar gue sambil bawa cake dengan lilin angka 17. Oke, itu pacar. Bersama kakak gue yang senyum-senyum sendiri. Gue kaget-kaget jengkel sih, ngeliat dia dengan tatapan "Lu ngapain disini tengah malem gini?? Masalah kita belom selesai!". Gue nangis-nangis unyu menjurus ke jijik (gue tau ini jijik, tapi maaf gue ga sadar), dan berhenti sebelum ingus gue kelewat meler.
![]() |
| Ellen Rest(r)iana |
![]() |
| malu-malu gitu ya :3 |
![]() |
| tiup lilin |
![]() |
| potong kue |
![]() |
| Gatau juga kenapa mukanya begini |
![]() |
| Suapin Kakak Cin |
![]() |
| Suapin Sapici |
Finally, make a wish, tiup lilin. Such a...... sweet seventeenth :)
Gue ga nyangka si ketek satu ini nekat kerumah gue tengah malam, yang sebelumnya udah kongsi sama Kakak Cin. Jadi ceritanya, waktu gue udah guling-guling kaya orang gila di dalam kamar, dia dan kakak gue udah ada di ruangan samping ngobrol sambil nungguin jam 12 malam.
Oke, ini sangat berhasil. Makasih ya :*
![]() |
| Ini TKP di ruang samping |
Siang-siang besoknya, gue udah janjian makan mpek2 bareng teman-teman di rumah gue. Yang datang pertama adalah Mikha, Dini, dan Mela. Waktu buka pintu depan, "Happy biiiirthday to you, happy birthday to youuu, happy birthday happy birthday happy birthday, Elleeeen!!". Guess what, mereka ngasih kue lagi buat surprise ke gue. Belum habis euforia senang semalem, ditambah lagi surprise dari temen-temen, ah bahagia :')
![]() |
| Melya, Dini, Mikha |
Next kita makan mpek-mpek together sambil ngeliatin mamah gue melawak garing. So annoying but still fun for us ha ha ha. Teman gue si Mela ngasih sketch muka gue, katanya sih lebih mirip diliat dari jauh. Kata Mamah gue, kaya Ellen kelas 3 SD. Suka banget. Makasih Mela, juga buat make up brush nya :*
Abis semuanya pulang, pacar dan adeknya kerumah buat makan mpek2.
![]() |
| mukanya ga ada yang bener |
Malamnya? Hmmm, gue mau ngucapin maaf dan terima kasih buat Sarah, karena dia rela kerumah demi nganterin kado yang dalamnya....... saya suka sekali :3 dan maaf sekali karena malam kedatangannya bertabrakan sama kedatangan pacar so Sarah dan Mikha memutuskan untuk pulang :'(
Malamnya gue pergi sama pacar, dan sepulangnya dari jalan, gue dan orang rumah tiup lilin untuk...... formalitas. Mamah gue selalu mengutamakan tiup lilin saat anak-anaknya memasuki usia 17.
![]() |
| Mirip ga? |
Belom selesai dong........... jangan bosan dulu ya bacanya ;) bagi-bagi kebahagiaan gapapa dong, lagi seneng nih..
Selesai foto-foto sama Mamah, teman-teman Andep yang terpisah dari kita yang di Bontang, my besties yang lagi lomba softball di Samarinda, yang kepergiannya tepat 1 hari sebelum gue ulang tahun dan itu sukses bikin gue sedih, minta gue buat online skype untuk webcaman sama mereka.
Ini orang-orang gatau kita ga punya internet kali ya. Kuota langganan internet bocor bosss kalau dipakai buat webcaman. Tapi demi ceman-cemanku yang jauh disana, aku rela abisin kuota internetku kok :') Unyu kan aku. *tampar keras*
*Tuuut.. tuuuut* Lama amet si riripipip alias Ripah ngangkat video call gue. Kuota jalaaan ni jalaaan.
Akhirnya connection nyambung dan muka gue dan mereka sukses nongol dengan bulatnya di layar hape gue. Ini muka apa cobek, Mbak. Lebar lebar amet ya..
Gelap. Gue teriak ke mereka buat nyalain lampunya. Suka gelap-gelapan sih suka gelap-gelapan, tapi ini lagi webcaman dan muka mereka semua keliatan kaya hantu yang ada mengkilap di hidungnya (re: hidung berminyak).
Tiba-tiba ada cahaya lilin mendekat ke arah camera. And again, lagu Happy Birthday to You dinyanyikan buat gue. Guys, you're da best!!!!
Kita tiup lilin bareng (alias gue niup layar hape gue), dan dengerin birthday wish mereka satu-persatu buat gue. Putri, Rifa, Depi, Anis. Sebelum Depi dan Anis ngucapin wish mereka, connection internetnya keputus dan video call kita udahan gitu aja. Wuttt.... gue belum sempet ngucapin apa-apa ke mereka. Anti klimaks banget.
Kita tiup lilin bareng (alias gue niup layar hape gue), dan dengerin birthday wish mereka satu-persatu buat gue. Putri, Rifa, Depi, Anis. Sebelum Depi dan Anis ngucapin wish mereka, connection internetnya keputus dan video call kita udahan gitu aja. Wuttt.... gue belum sempet ngucapin apa-apa ke mereka. Anti klimaks banget.
![]() |
| :') |
Sekarang gue percaya kalau ulangtahun gue ga se-basi yang gue pikirin, mentang-mentang ini lagi liburan panjang. Ga ada yang lebih berarti selain mendapatkan kebahagiaan unexpected seperti ini.
Thank's guys you've made my day. Gue benar-benar senang punya teman unyu kaya kalian. Terima kasih sekali :')
Gue juga senang punya pacar yang ga bisa unyu tapi buat sweet seventeenth ini, dia bisa berusaha unyu-dengan-kaku-nya dan sukses. Love you ANDEP dan Sapici :*
Juga buat Mamah dan Kakak Cin yang udah nemenin ulangtahun di Bontang, tanpa Papah yang lagi di Palangkaraya dan Kakak Amy di Jogja :')
Terimakasih kalian bisa bikin sweet-seventeenth-basi yang gue pikirin ternyata salah.
It's more than anything.
Btw, hari ini suami gue Lee Min Ho juga ulangtahun loh. Saengil Chukkhae Oppa!!!! Sama-sama tanggal 22 Juni mah artinya jodoh kali ya. AMIIIIIN HAHAHA. *plak*
Selamat Ulangtahun juga buat Jakarta!
SELAMAT ULANGTAHUUUUUUUUUN!!
Btw, hari ini suami gue Lee Min Ho juga ulangtahun loh. Saengil Chukkhae Oppa!!!! Sama-sama tanggal 22 Juni mah artinya jodoh kali ya. AMIIIIIN HAHAHA. *plak*
Selamat Ulangtahun juga buat Jakarta!
SELAMAT ULANGTAHUUUUUUUUUN!!
*kemudian tutup tirai*
was posted at 13.57 with 0 comments
Halo. Apa kabar. Kabar baik? Sama, gue juga.
Blog gue udah berulat nih gue tinggal selama ini. Terlalu banyak yang harus gue ceritakan sampai akhirnya semua ide di otak gue, yang udah gue eremin sampe mateng, terbang melayang entah kemana. Fyuh.
Kadang kalau gue rindu liat blog jablay ini, gue sengaja meng-klik link blog ini yang tertera di bio twitter gue. Sekalian follow ya yang belum follow, @ellennoo. *sempet ye. Trus baca-baca postingan lama gue, dan pelan-pelan menyadari kalau postingan gue typo everywhere. Tapi, gue masih belum kepikiran kapan akan mulai ngeblog lagi. Seperti yang anda ketahui ya saudara-saudara, rumah gue sampai saat ini (5 bulan kepindahan gue) belum tersambung dengan telfon rumah dan gue ga bisa pasang internet. Oh, indahnya pindah rumah. Semua hal yang membutuhkan akses internet kebanyakan gue lakukan di sekolah dengan memanfaatkan fasilitas WiFi. Selebihnya, untuk online twitter, dan social media lainnya tempat anak-anak-eksis-gituloch itu, gue akses lewat hape sambil memanfaatkan signal HSDPA dewa yang sangat moody datangnya. Ya maksudnya, kalau lagi pengen aja gitu signalnya H dan 3G, selebihnya ya ngesot together lah bersama signal E atau G.
Nah, mumpung sekarang gue lagi di sekolah - di kelas - di meja paling depan pojok kiri ujung depan meja guru ini untuk lebih jelasnya, gue menyempatkan untuk greeting kepada lo lo pada (oh ini jijik), dan kepada blog gue yang tersayang, yang udah kurus kering ditinggal berbulan-bulan sama yang punya. Gue cuma mau mengabarkan kalau yang punya blog ini masih ngesot everywhere. I mean, masih menggeliat-geliat gituloh. Eh i mean, masih idup dan memikirkan keadaan blognya sambil duduk di teras rumahnya melamun dibawah hamparan terangnya bulan di malam hari. Oke, ini tidak jelas.
Banyak sekali yang mau gue ceritakan di tahun kemarin, khususnya untuk tanggal 12 September ya. Berhubung ini sudah 2013, ceritanya gue mau mulai ngeblog lagi gituloh.
Sampai bertemu di postingan selanjutnya, ya! Salam kecup basah dari Elleanor si Ratu Ular.
*kisses & hugs*
was posted at 02.17 with 0 comments
Kangen ga?
Dihitung-hitung dari terakhir gue posting di blog ini...... 2 bulan. Terakhir gue posting di blog ini adalah 2 bulan yang lalu. Dan saat ini, gue sedang ada kesempatan untuk blogging, berhubung ini sudah pukul 2 pagi dan modem yang gue gunakan lagi berkoneksi cepat pada jam segini.
Kita mulai dari mana nih? Banyak sekali. Sekali. Sangat. Banget. Yang mau gue ceritakan tapi belum sempat gue ceritakan di blog ini. Tentang kepindahan gue yang ditunda selama 1 bulan lebih padahal kamar gue udah terlanjut kosong? Atau tentang kematian Boboy, hamster kecintaan kesayangan kepunyaan ke-segala-nya gue? Tentang peristiwa kesiangan-dan-oh-pintar-tidak-masuk-sekolah yang gue lakukan? Tentang teman gue yang diam-diam berlibur keliling Eropa padahal ngakunya ke Jogja? Silahkan request pilih yang nomor berapa.
*putar playlist* EARFUN by CNBlue
Hari itu, tepatnya dimana seorang cewek, Ellen namanya, sedang melamun, menangis, diam dikamarnya, meratapi kepindahannya yang sudah tidak lama lagi. Kosong. Lemari baju, kosong. Sprei, sudah dilepas. Dapur, sisa wajan and the geng. 1 TV di ruang tamu. Gorden, sudah dilepas semua. Internet dan telpon sudah dicabut. Segala persiapan yang memang sudah bisa dikatakan yuk-ah-pindah-sekarang.
Setiap kali gue mencoba untuk tidur dirumah Bontang, pasti Mamah selalu menggoyahkan dengan kalimat, "Dek? Bobok dirumah Bontang? Gapapa kok kalo mau bobok di PC, kita sih santai aja pindahnya". Iya, Mamah gue berkata seperti itu disaat keadaan rumah PC gue sudah kosong. Ibarat yoghurt, yohgurtnya itu yang plain. (apasih maksudnya)
Saat itu keadaannya seperti ini. Mamah Papah gue mau pulang kampung, jadi kepindahan rumah gue ditunda LAGI, untuk sekian bulan. Dan di waktu-waktu tersebut gue lebih sering menghabiskan waktu gue tinggal sendirian dirumah, sedangkan Kakak gue tinggal dirumah Bontang. Semacam anak kost-kostan yang tinggal dalam keadaan serba seadanya, begitulah kehidupan gue sebulan lebih. Dan akhirnya, gue keluar dari rumah PC.
Kita mulai dari status gue yang saat ini resmi dikatakan pindah rumah. Pindah rumah. *berkaca-kaca*
Gue sudah pindah ke rumah Bontang sekitar 3 minggu yang lalu. Maaf ya, maunya sih sok blogging, "Yaaay malam pertama dirumah Bontang!", sambil upload foto kamar baru gue. Tapi internet gue belum dipasang. Bagaimana kesan menempati rumah baru-kamar baru-kamar mandi baru-dapur baru-garasi baru-baru-baru-baru? Worst. Gue benar-benar-benar-benar ga kerasan tinggal di rumah ini (kita sebut rumah bontang sebagai rumah 'ini' sekarang) karena segala sesuatu yang jelas berubah dari rumah gue yang di PC. Susah air. Hemat listrik. Jalanan ribut. Dan bla bla yang lainnya. Tolong jangan bilang gue tidak bersyukur, karena gue sedang membiasakan diri sekarang.
Malam pertama di kamar gue. *Sing...........* Gelap. Hemat beb. Gue terpaksa matiin lampu saat gue tidur supaya ga boros listrik. Dengan ditemani lampu tidur berbentuk sapi. Kenapa berbentuk sapi? Entahlah, mungkin karena badan gue sekarang lebih menyerupai sapi daripada gitar espanola. Kedua, kendaraan lalu lalang di depan rumah. Kayaknya gue nambah dosa banget tinggal dirumah bontang, i mean, rumah ini, karena hampir setiap menitnya gue berdoa supaya orang yang kebut-kebutan-dengan-knalpot-sucks itu jatoh persis di depan rumah gue. Terlempar. Terbanting. Motornya hancur. *jahat*
Dan lagi, masalah jarak rumah gue dengan sekolah dan rumah teman-teman gue yang pembunuhan sekali ini, gue sudah mulai terbiasa sekarang. Gue jadi jago salip-menyalip dan terbiasa ngebut di perjalanan. Supaya cepet sampai tujuan, alasannya. Mungkin di umur 25 tahun gue bisa banting setir jadi pembalap ketimbang jadi pekerja kantoran.
Soal berangkat sekolah.
Entah gue kena kutuk apa sampai-sampai di jam 6.15 gue sudah siap-siaga-cantik-rapih-ready-steady-go untuk berangkat sekolah. Menimbang-nimbang dari jam bangun gue saat di PC dulu, 6.20. Dan sekarang, pukul 6.30, gue sudah meluncurkan motor gue menuju sekolah. Sampai di sekolah, untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan remaja gue (silahkan muntah setelah kalian selesai membaca kalimat setelah koma tadi), gue datang paling PERTAMA di kelas. Paling pertama. Gue yang buka pintu duluan, gue yang nyalain lampu kelas. Gue ingat terakhir kali gue datang pertama dikelas adalah saat gue masih SD. SMP dan SMA? Boro-boro mau datang pertama, gue aja baru berangkat jam 6.55. Dan itu benar-benar 'Krik Moment' dimana gue duduk sendirian di dalam kelas, dikelilingi bangku kosong. Dan detik itu juga, gue memutuskan untuk tidur. Nyam.
Kita sebut ini hidup baru. Benar-benar hidup baru. Seperti memulai lembaran baru. Kenapa? Tepat setelah kepindahan gue, hamster kesayangan gue, Boboy, a.k.a Andrew Suboboy, Alexander Boboychi, Boboy Engekbum, dan nama-nama lainnya yang keluar dari mulut keluarga gue, mati. Begini, sore itu gue baru selesai latihan dance. Hosh, berkeringat (maaf kalimat tidak penting). Lanjut. Gue menerima sms, yang ternyata, isinya, be, gi, ni.
"Dek, Boboy sudah mati. Sudah aku kubur."
Saat itu juga, gagak-gagak berterbangan di atas kepala gue dan terdengar gemuruh badai yang seakan ingin menerbangkan nyawa jiwa dan raga. Engga ding, saat itu juga gue meneteskan air mata. Hidung gue udah perih banget nahan nangis, but tapi, air mata gue dengan lancangnya menetes.
Boboy itu sudah tua. Untuk ukuran seekor hamster, yang batas waktu hidupnya masksimal 2 tahun, Boboy sudah melampaui waktu 2 tahun tersebut. Jalannya sudah terseok, bulunya sudah hampir botak, matanya sudah sipit, dan tidak selincah, malah tidak lincah lagi seperti dulu. Well, terimakasih Boboy, untuk menahan kematianmu sampai kita bener-bener selesai pindah rumah. :')
Mungkin itu aja untuk saat ini. Terlalu banyak yang mau diceritakan sampai gue lupa mau nyeritain yang mana dulu. Terimakasih untuk masih mau mengunjungi blog gue yang renta kekeringan ini. Maklum, ga diurusin yang punya. Gue susah internet banget di sini. Karena lain dan sebagai hal, internet gue masih belum bisa dipasang untuk saat ini, jadi gue menggantungkan harapan dan hasrat online gue pada sebatang modem yang cuma bisa cepat pada jam-jam tertentu. Pagi buta seperti ini, contohnya.
was posted at 02.18 with 0 comments
JUNE 22nd, HAPPY BIRTHDAY!!!
Happy birthday Ellen,
Happy birthday Jakarta,
Saengil chukhaeyo Lee Min Ho oppa :*
Annyeong!
Horeeee, Puji Tuhan, gue genap berusia 16 tahun saat ini. Tanggal 22 Juni memang sudah lewat beberapa jam yang lalu, tapi seperti biasa, gue posting di blog ini selalu setelah berakhirnya hal yang akan gue posting disini.
Anggap aja itu adalah hari ini. Oke?
Hari ini gue awali seperti biasa. Bangun pagi, mules, ke kamar mandi, tidur lagi sampe siang. Bangun-bangun, gue ditinggal kakak gue pergi. Orangtua gue juga lagi pergi, mereka tidur di rumah bontang. See? Di hari ulangtahun gue, baru aja mengawali hari ini dengan usia 16 tahun, gue sudah ditinggal sendirian dirumah. Mereka semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Ga cuma keluarga. Gue berharap teman-teman gue bakal bisa ngerayain bareng gue hari ini. Tapi mereka malah pergi liburan ke Samarinda, TANPA gue didalamnya.
Gue kecewa banget. Sedih banget. Kenapa? Karena tanggalnya ga bisa di undur sama mereka. GA MAU sih ya lebih tepatnya. Mereka pergi tepat di hari ulangtahun gue, tepat saat gue mau nampil di event pembukaan Expo di Kopkar. Waktunya bener-bener klop banget, jadi gue ga bisa ikut. Yasudahlah, toh gue juga ga berarti penting diantara mereka. Jadi pergi tanpa gue juga bukan masalah kan. Okay guys, have fun there!
Malam ini, gue nampil di pembukaan Expo bareng Delasist. Puji Tuhan, lumayan lancar, walaupun agak mau kepleset dikit sih gue. Ga dikit. Banyak. Haha! Gila, pasir sebanyak itu bisa dipake buat bangun rumah kali. Ea lebay.
Sepulangnya dari Expo, gue dan kakak gue (yang tadinya nonton gue dance) segera bertolak kerumah bontang. Kita mau tiup lilin bareng mamah papah. Kakak gue udah beli cake kecil untuk gue.
Sesampainya disana, gue ngobrol-ngobrol bentar, abis itu siap-siap untuk tiup lilin. Sambil nancepin lilinnya gitudeh. Kuenya segede tutup toples, mamah malah bilang, "Udah, pasang aja semua lilinnya". Sedangkan disitu cuma muat kira-kira 6 batang lilin kecil. 6 dari 20 batang yang ada. Kalau dipasang semua ntar malah gajadi tiup lilin kali gue, cake nya dah keburu kebakar semua.
Hufffffffff. Akhirnya gue tiup lilin. Sedangkan Mamah sama kakak Cin sibuk foto-foto gue pake hape. Bodohnya adalah, gue meninggalkan kamera gue dirumah PC. Jadilah bunyi kamera hape memenuhi ruang keluarga rumah bontang malam ini.
![]() |
| Birthday cake |
![]() |
| Muka bencong banget gue |
What a simple birthday. Tapi gue bahagia banget. Gue emang ga bisa ngerayain ulangtahun bareng teman-teman gue. Tapi karena ini, gue akhirnya bisa ngerayain ulangtahun secara sederhana sama keluarga gue, dan Delasist! Fyi, malam ini saat gue mau make up dirumah Mba Dewi, gue dikasih surprise dari Delasist. Horeeeeee, thanks Delasist :*
Gue sadar, bahagia saat ulangtahun ga selamanya hanya saat kita merayakan bersama teman. Gue sebelumnya melewatkan ulangtahun gue bareng teman muluk. Jarang bareng keluarga. Tapi dengan ditinggalnya gue ke Samarinda sama teman-teman, gue bisa ambil sisi positifnya. Bisa tiup lilin lagi sama Mamah Papah. Terakhir gue tiup lilin waktu gue SD doang. I'm so happy!
Birthday wish gue untuk usia 16 tahun ini, semoga gue bisa tambah dewasa dan ga emosian dan egois lagi kayak sebelumnya. Semoga gue bisa fokus pelajaran, fokus di IPA (oh, Man). Hohhhh siaaaaap!
Terimakasih buat teman-teman yang udah ngucapin, via mention Twitter, via messages, via Facebook, via langsung (apa pulak via langsung), dan via telfon. Gue emang sempat ngerasa kesepian di ulangtahun kali ini. Tapi ternyata gue sukses happy ending bareng keluarga gue malam ini.
"Thanks Jesus, for giving me life and breath till nowadays, for 16 times. Thank You, because till now, i can still live with my parent and my family beside me."





































